Oleh: disperindagjatim | April 20, 2010

Kondisi Industri TPT Jawa Timur

I.    GAMBARAN UMUM

Keputusan yang dibuat oleh para kepala negara/ pemerintahan ASEAN dan China pendirian suatu kawasan perdagangan bebas ASEAN-Chinuntuk membentuk ‘Kerangka keibrja mengenai kerjasama ekonomi dan a (ASEAN-China Free Trade Area/ACFTA)” pada pertemuan puncak ASEAN dan Republik Rakyat China di Bandar Seri Begawan, Brunei pada tanggal 6 Nopember 2001.
Penandatanganan “Persetujuan Kerangka Kerja mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh antara Negara-negara Anggota ASEAN dan Republik Rakyat China” di Phnom Penh, kamboja pada tanggal 4 Nopember 2002
Ruang lingkup kerjasama dalam Framework Agreement dan pengembangan  sumber daya manusiaLiberalisasi di bidang:
n    Perdagangan barang (Trade in Goods)
n    Perdagangan Jasa (Trade in Services)
n    Investasi (Investment)
n    Ekonomi (Economic Cooperation):

KONDISI SAAT INI .
ACFTA sangat berpengaruh di beberpa bidang, antara lain: sektor pertanian, teknologi informasi dan komunikasi .
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Timur (Jatim) mengharapkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Jatim tahun 2010 akan mencapai US$375,34 juta atau mengalami peningkatan sekitar 8%  walaupun ACFTA menghadang produk TPT Jawa Timur, namun pengusaha TPT optimis bahwa target tersebut dapat di capai dan
volume ekspor TPT Jatim 2010 diharapkan akan mencapai 133.310 ribu ton atau sekitar US$375,34 juta. Naik sekitar 8% dari realisasi ekspor 2009 sebesar 124.010 ribu ton atau sebesar US$357,47 juta.
Target peningkatan sebesar 8% tersebut sangat wajar mengingat volume ekspor Jatim sebelumnya sangat besar. Pada tahun 2008,
realisasi ekspor TPT Jatim tercatat mencapai 139.430 ton dengan nilai US$429,26 juta. Bahkan pada tahun 2007, total ekspor TPT Jatim mencapai 149.490 ton.

Di Jawa Timur pada tahun 2009 terdapat industri tekstil +49.730 unit yang terdiri dari :
·    Industri besar TPT  : 29 Unit Usaha , menyerap tenaga kerja  sebanyak 57.125 orang.
·    Industri menengah TPT  : 252 unit , menyerap tenaga kerja sebanyak 14.101 orang
·    Industri kecil TPT : 49.451 Unit , menyerap tenaga kerja sebanyak 50.073 orang.
·    Total industry TPT : 49.730 unit usaha , menyerap tenaga kerja sebanyak 121.299 orang.

No. JENIS – INDUSTRI KECIL – INDUSTRI MENEGAH – INDUSTRI BESAR – TOTAL INDUSTRI
1. Jumlah Unit Usaha – 49,451 – 252 – 29 – 49,730
2. Tenaga Kerja – 50,073 – 14,101 – 57,125 – 121,299
3. Nilai Produksi – 915 – 391 – 2,087 – 3,393
4. Nilai Investasi – 100 – 53 – 325 – 478

II.    PERMASALAHAN .

Dari 5 kelompok industri TPT (serat, benang, kain, garmen dan tekstil lainnya ) yang diperkirakan akan sangat terganggu kinerjanya sebagai akibat AC-FTA, adalah:
·    Kelompok Kain
·    Kelompok garmen .
2.    (dua)  kelompok ini merupakan kelompok yang menyerap tenaga kerja cukup banyak .

Beberapa kendala yang terjadi saat ini adalah :
1.    Sejak diberlakukan tahun 2005 , produksi kain China banyak yang masuk ke Jawa Timur baik legal maupun illegal.
2.    Di pasaran banyak produk kain yang beredar dengan harga cukup murah .
3.    Sebagian besar Produk kain China yang beredar di pasaran banyak yang tidak sesuai dengan label yang tertera pada kain tersebut, sehingga perlu diadakan pemeriksaan di laboratorium lebih lanjut.
4.    Dari segi harga di pasaran , harga produk lokal kalah bersaing dengan produk China disebabkan , antara lain :
a.    China memiliki bahan baku kapas dalam jumlah yang cukup memadai .
b.    China memiliki pabrik mesin yang dipakai hampir diseluruh industri tekstil china.
c.    China memiliki jaringan listrik, jalan, dan pelabuhan yang cukup berpihak pada dunia usaha .

Semua ini sangat besar pengaruhnya terhadap effisiensi biaya produksi .

III.     UPAYA – UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN .

Secara umum beberapa hal yang harus dilakukan adalah :
A.    Perlindungan pasar dalam Negeri :
·    Penerapan dan pengawasan Tata Niaga
·    Penggunaan label berbahasa Indonesia
·    Pengawasan terhadap illegal impor
B.    Perluasan Pasar
·    Restrukturisasi permesinan dan peningkatan kapasitas produksi
·    Modernisasi permesinan (mesin dyeing dan printing)
·    Mendorong industri finishing menggunakan pewarna organik yang ramah lingkungan .
·    Peningkatan kemampuan SDM
·    Menghidupkan kembali perguruan tinggi tekstil untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja terampil dibidang pertekstilan .
·    Peningkatan desain garmen dengan mengkolaborasikan antara produsen garmen dan desainer .
·    Penerapan standarpada kain .
C.    Melakukan pengawasan barang beredar oleh tim terpadu pengawas barang beredar yang saat ini sudah terbentuk

Secara khusus  beberapa program yang telah dan akan dilakukan untuk kelompok Kain dan Garmen adalah :

Kelompok Produk/Program
1.    Kain
–    Restrukturisasi mesin-mesin pertenunan serta penambahan kapasitas terpasang mesin-mesin perajutan.
–    Modernisasi mesin Dyeing, Printing (Small Load Small Batch).
–    Mendorong industri finishing menggunakan pewarna organik yang ramah lingkungan.
–    Peningkatan kemampuan SDM berkualitas dalam manufakturing dyeing dan finishing.
–    Fasilitasi kegiatan Promosi melalui Penyelenggaraan Pameran-Pameran.
–    Penerapan Standar Bahan Kimia (Azo dan Formaldehyde) pada Kain Pakaian Bayi.
–    Diversifikasi produk dengan produk development pada kain tenun dan kain rajut (fabric development)

2.    Garmen
–    Restrukturisasi Permesinan dan Perluasan Kapasitas Produksi
–    Peningkatan kemampuan industri dalam memenuhi standar teknis dan Social Compliance, Keamanan dan Keselamatan, dan Lingkungan.
–    Kolaborasi antara Produsen dengan Designer untuk dapat menghasilkan garmen fashion.

IV.    PENUTUP

Akhir-akhir ini sudah banyak industri kain dan garmen yang mengalami penurunan dalam produksinya karena kalah bersaing dengan produk kain ex. China.
Sejak tahun 2007 Pemerintah telah meluncurkan program restrukturisasi mesin dalam rangka meningkatkan daya saing yang sudah diikuti oleh beberapa industry TPT di Jawa Timur dalam rangka mengejar ketertinggalan teknologi dari negara pesaing, sehingga keberadaan industri TPT khususnya kain lembaran dan garmen diharapkan masih mampu bertahan dan mampu meningkatkan daya hasil produknya .
Disamping itu perlu dilaksanakan pengamanan pasar dalam negeri dengan melakukan upaya-upaya, antara lain :
·    Peningkatkan pengawasan ketentuan impor dan ekspor dalam pelaksanaan   FTA;
·    Penerapan Early   Warning   System (EWS) untuk    pemantauan   dini   terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan impor;
·    Pengetatan pengawasan penggunaan Surat Keterangan Asal barang (SKA) dari negara negara mitra dagang;
·    Kewajiban penggunaan label dan manual berbahasa Indonesia;
·    Penerapan Trade defends yang lebih efektif seperti Safeguard, anti dumping dan countervailing duties;
·    Mengoptimalkan penggunaan produksi dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah (Inpres No 2 Tahun 2009);
·    Menerapkan secara konsisten kewajiban Verifikasi Atau Penelusuran Teknis Atas Impor (VPTI) di negara asal impor barang untuk impor komoditas dari kain sampai ke pakaian jadi dan barang jadi tekstil;

POINTERS
KONDISI INDUSTRI TPT DI JAWA TIMUR
SURABAYA, 20 APRIL 2010
———————————————————————

·    ACFTA ADALAH KEPUTUSAN YANG DIBUAT OLEH PARA KEPALA NEGARA/ PEMERINTAHAN ASEAN DAN CHINA PENDIRIAN SUATU KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS ASEAN-CHINUNTUK MEMBENTUK ‘KERANGKA KEIBRJA MENGENAI KERJASAMA EKONOMI DAN A (ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA/ACFTA)” PADA PERTEMUAN PUNCAK ASEAN DAN REPUBLIK RAKYAT CHINA DI BANDAR SERI BEGAWAN, BRUNEI PADA TANGGAL 6 NOPEMBER 2001.

·    RUANG LINGKUP KERJASAMA DALAM FRAMEWORK AGREEMENT DAN PENGEMBANGAN  SUMBER DAYA MANUSIALIBERALISASI DI BIDANG:
n    PERDAGANGAN BARANG (TRADE IN GOODS)
n    PERDAGANGAN JASA (TRADE IN SERVICES)
n    INVESTASI (INVESTMENT)
n    EKONOMI (ECONOMIC COOPERATION):

·    ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA (API) JAWA TIMUR (JATIM) MENGHARAPKAN EKSPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) JATIM TAHUN 2010 AKAN MENCAPAI US$375,34 JUTA ATAU MENGALAMI PENINGKATAN SEKITAR 8%  WALAUPUN ACFTA MENGHADANG PRODUK TPT JAWA TIMUR, NAMUN PENGUSAHA TPT OPTIMIS BAHWA TARGET TERSEBUT DAPAT DI CAPAI DAN
VOLUME EKSPOR TPT JATIM 2010 DIHARAPKAN AKAN MENCAPAI 133.310 RIBU TON ATAU SEKITAR US$375,34 JUTA. NAIK SEKITAR 8% DARI REALISASI EKSPOR 2009 SEBESAR 124.010 RIBU TON ATAU SEBESAR US$357,47 JUTA.

·    TARGET PENINGKATAN SEBESAR 8% TERSEBUT DAPAT DIANGGAP WAJAR MENGINGAT VOLUME EKSPOR JATIM SEBELUMNYA SANGAT BESAR.
PADA TAHUN 2008, REALISASI EKSPOR TPT JATIM TERCATAT MENCAPAI 139.430 TON DENGAN NILAI US$429,26 JUTA. BAHKAN PADA TAHUN 2007, TOTAL EKSPOR TPT JATIM MENCAPAI 149.490 TON

KONDISI  INDUSTRI TPT   TAHUN 2009

No. JENIS – INDUSTRI KECIL – INDUSTRI MENEGAH – INDUSTRI BESAR – TOTAL INDUSTRI
1. Jumlah Unit Usaha – 49,451 – 252 – 29 – 49,730
2. Tenaga Kerja – 50,073 – 14,101 – 57,125 – 121,299
3. Nilai Produksi – 915 – 391 – 2,087 – 3,393
4. Nilai Investasi – 100 – 53 – 325 – 478

n    DARI 5 KELOMPOK INDUSTRI TPT (SERAT, BENANG, KAIN, GARMEN DAN TEKSTIL LAINNYA ) YANG DIPERKIRAKAN AKAN SANGAT TERGANGGU KINERJANYA SEBAGAI AKIBAT AC-FTA, ADALAH:
–    KELOMPOK KAIN
–    KELOMPOK GARMEN .
DAN KELOMPOK INI MERUPAKAN KELOMPOK YANG MENYERAP TENAGA KERJA CUKUP BANYAK .

n    BEBERAPA KENDALA SAAT INI ADALAH :
·    SEJAK DIBERLAKUKAN TAHUN 2005 , PRODUKSI KAIN CHINA BANYAK YANG MASUK KE JAWA TIMUR BAIK LEGAL MAUPUN ILLEGAL.
·    DI PASARAN BANYAK PRODUK KAIN YANG BEREDAR DENGAN HARGA CUKUP MURAH .
·    DARI SEGI HARGA DI PASARAN , HARGA PRODUK LOKAL KALAH BERSAING DENGAN PRODUK CHINA DISEBABKAN , ANTARA LAIN :
o    CHINA MEMILIKI BAHAN BAKU KAPAS DALAM JUMLAH YANG CUKUP MEMADAI .
o    CHINA MEMILIKI PABRIK MESIN YANG DIPAKAI HAMPIR DISELURUH INDUSTRI TEKSTIL CHINA.
o    CHINA MEMILIKI JARINGAN LISTRIK, JALAN, DAN PELABUHAN YANG CUKUP BERPIHAK PADA DUNIA USAHA .
SEMUA INI SANGAT BESAR PENGARUHNYA TERHADAP EFFISIENSI BIAYA PRODUKSI .

·    UPAYA – UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN .
1.    PERLINDUNGAN PASAR DALAM NEGERI
o    PENERAPAN DAN PENGAWASAN TATA NIAGA
o    PENGGUNAAN LABEL BERBAHASA INDONESIA
o    PENGAWASAN TERHADAP ILLEGAL IMPOR

2.    PERLUASAN PASAR
o    RESTRUKTURISASI PERMESINAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI
o    MODERNISASI PERMESINAN (MESIN DYEING DAN PRINTING)
o    MENDORONG INDUSTRI FINISHING MENGGUNAKAN PEWARNA ORGANIK YANG RAMAH LINGKUNGAN .
o    PENINGKATAN KEMAMPUAN SDM
o    PENINGKATAN DESAIN GARMEN DENGAN MENGKOLABORASIKAN ANTARA PRODUSEN GARMEN DAN DESAINER .
o    PENERAPAN STANDAR PADA KAIN

3.    MENGAKTIFKAN KEMBALI SEKOLAH/PERGURUAN TINGGI DIBIDANG PERTEKSTILAN.

4.    MELAKUKAN PENGAWASAN BARANG BEREDAR OLEH TIM TERPADU PENGAWAS BARANG BEREDAR YANG SAAT INI SUDAH TERBENTUK .

·    SEJAK TAHUN 2007 PEMERINTAH TELAH MELUNCURKAN PROGRAM RESTRUKTURISASI MESIN DALAM RANGKA MENINGKATKAN DAYA SAING
·    DISAMPING ITU PERLU DILAKSANAKAN PENGAMANAN PASAR DALAM NEGERI DENGAN MELAKUKAN UPAYA-UPAYA, ANTARA LAIN :
–    PENINGKATKAN PENGAWASAN KETENTUAN IMPOR DAN EKSPOR DALAM PELAKSANAAN   FTA;
–    PENERAPAN EARLY   WARNING   SYSTEM (EWS) UNTUK    PEMANTAUAN   DINI   TERHADAP KEMUNGKINAN TERJADINYA LONJAKAN IMPOR;
–    PENGETATAN PENGAWASAN PENGGUNAAN SURAT KETERANGAN ASAL BARANG (SKA) DARI NEGARA NEGARA MITRA DAGANG;
–    KEWAJIBAN PENGGUNAAN LABEL DAN MANUAL BERBAHASA INDONESIA;
–    PENERAPAN TRADE DEFENDS YANG LEBIH EFEKTIF SEPERTI SAFEGUARD, ANTI DUMPING DAN COUNTERVAILING DUTIES;
–    MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH (INPRES NO 2 TAHUN 2009);
–    MENERAPKAN SECARA KONSISTEN KEWAJIBAN VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNIS ATAS IMPOR (VPTI) DI NEGARA ASAL IMPOR BARANG UNTUK IMPOR KOMODITAS DARI KAIN SAMPAI KE PAKAIAN JADI DAN BARANG JADI TEKSTIL

·    PERMENDAG 23/M-DAG/PER/6/2009
KETENTUAN IMPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL, IP TEKTIL – BHN TEKSTIL YG DIIMPOR HANYA UNTUK BHN BAKU PRODUKSI TIDAK DI PERJUAL BELIKAN.

SUMBER DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
PROVINSI JAWA TIMUR


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: